pemilu

Pemilihan umum? dalam suatu pemilihan umum pastilah ada prosedur yang dilaksanakan untuk mencegah kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi di dalam proses pemilihan. Lalu bagaimanakah bila pemilihan umum ini kita buat dalam bentuk digital? Bukankah lebih cepat dalam proses penghitungan suara dan sebagainya?

Memang seharusnya demikian, elektronisasi akan membuat pekerjaan lebih cepat selesai, akan tetapi banyak cara untuk memanipulasi data elektronis. hal inilah yang dikhawatirkan oleh sebagian besar pihak untuk tidak meng-elektronisasi pemilihan umum. Dari sinilah berawal munculnya protokol-protokol pemilihan yang disebut sebagai “secure election”. Sampai seberapa jauhkah protokol ini dapat melindungi pemilihan? Di negara maju yang telah melakukan pemilihan dengan menggunakan elektronis tentunya telah menggunakan protokol semacam ini. Namun dapat kita lihat bahwa ternyata masih lebih banyak masalah ketimbang melakukannya secara konvensional.

Apabila pemilihan umum secara elektronis kita terapkan di Indonesia, mungkinkah itu terjadi?  Lebih tepatnya kita jawab saja, belum… itu belum dapat dilakukan, kenapa?

karena manusia yang memilih di Indonesia belum siap dengan teknologi pemilihan yang sangat canggih. Namun demikian, penerapan pemilihan elektronis tersebut dapat dilakukan dalam suatu close  user group. Misalnya pemilu pada DPR untuk memilih ketuanya, ataupun partai-partai politik yang banyak melakukan pemilihan. Lalu bagaimana jika pemilu dilakukan secara mobile dengan menggunakan handphone? ITU BISA DILAKUKAN, karena teknologinya sudah memungkinkan dan saya juga melakukan penelitian tentang hal tersebut dan telah selesai. Namun di lain pihak, penggunaannya harus benar-benar baik (dalam sudut pandang manusia yang melakukan  instalasi sistem harus benar-benar jujur). Apakah sekarang ini masih ada manusia yang benar-benar jujur di Indonesia? bila ada, maka pemilihan secara elektronis akan dapat dilakukan tidak lama lagi……