Unknown002565

Warnet, warung internet, mungkin mulai populer sejak tahun 2000-an (entah tahun berapa, 2000-an bisa aja 2007). Tahun-tahun sebelumnya memang sudah ada, tapi jarang sekali bisa dijumpai. Nge-tren gara-gara internet mulai booming di Indonesia. Kalau kita perhatikan, di tahun 1998 (kalo ga salah), yang namanya internet itu masih suatu makhluk aneh (emangnya yang bener kapan sih internet itu masuk indonesia). Seingat saya, Infokomputer jaman itu menyebutkan bahwa komputer multimedia baru anget-angetnya (tai ayam kali…🙂 ). Maklumlah, saya baru baca majalah komputer tahun 2000-an (tapi yang dibaca majalah tahun 1990-an). Udah basi, tapi cukup bermanfaat.

Saat ini karena internet berkembang pesat, maka pengusaha kecil, menengah maupun besar melihat peluang pasar dengan mendirikan warung internet (terinspirasi dari wartel kali ya pake warung-warungan). Kalau orang menelepon di wartel kan ada timernya (benda kotak yang dapat mengeluarkan angka secara ajaib, dan terus meningkat kalau kita menelepon). Sebenarnya benda ajaib tersebut berfungsi untuk membantu menentukan berapa biaya yang harus dibayarkan konsumen kepada wartelnya.

Sekarang kita analogikan wartel dengan warnet. Kalau wartel punya kotak ajaib itu, warnet juga ga mau kalah! Dengan segala daya dan upaya pemilik warnet berusaha agar warnetnya tidak rugi (Bego namanya kalau buka warnet dengan tujuan merugi!). Nah mereka juga pasang alat yang bertujuan menandingi wartel. Berhubung si warnet hanya mengeluarkan biaya yang flat untuk internetnya (tidak seperti wartel, kalo interlokal, apalagi nelepon ke HP, argonya argo kuda liar!). Tentunya dengan karakteristik tersebut mudah bagi pengelola untuk memasang timer tersebut. Semua bisa dipatok dengan harga flat (hitungan per-waktu). Ada yang memasang tarif per-jam hingga per-detik (yang ini kayak bom waktu). Untuk menunjang keberhasilannya, timer dapat bermacam rupa. Pernah suatu ketika ada warnet yang benar-benar tradisional, dia pake JAM DINDING !! Jadi pas kita masuk dicatet jam masuknya di buku kredit (yang panjang-2 ga jelas), terus pas keluar ditagih deh.. Tapi menurut saya inilah warnet paling ideal dan tidak merugi !… Begini penjelasannya…

24Warnet di Indonesia hampir 100% memakai OS windows (kecuali pas lagi ada razia beberapa waktu lalu, pada tutup semua, yang buka adanya pake linux). Windows itu punya karakter bisa menjalankan program otomatis dengan beberapa cara. Yaitu melalui registry (paling kuat), startup menu (paling lemah), setting di *.INI files (BOOT.INI, SYSTEM.INI), dan beberapa lainnya yang tidak saya ketahui… Tapi di semua tempat itu seluruhnya LEMAH !!! yang cukup kuat waktu jaman win 9x dulu, lewat autoexec.bat, tapi semenjak win 2000 dan xp, masih bisa ga ya?

Itulah yang dimanfaatkan oleh program billing yang dipakai para warnet. Program billing ada bermacam-macam, ada yang sama warnetnya dibikin sendiri, atau beli, bajak, dsb. Kepanjangan nih… Jadi 2 artikel aja ya…😀