Melanjutkan cerita saya sebelumnya tentang teman saya yang kena tipu (maksudnya kerabatnya), saya mencoba mempraktekan si tukang kibul bin kurang ajar itu. Begini caranya :

1. Rekam suara telepon yang baru diangkat dalam sebuah perekam yang bagus… (biasanya <baca:seharusnya> bunyinya “nguuuuuuuuuuu…….ung”)

2. Telepon orang yang hendak kita tipu (ngibul dikit…..🙂 )

3. Bicaralah apa saja, ngeboong apa kek….., terus setelah dia tutup teleponnya, telepon jangan kita tutup (maka telepon tetap terkoneksi, inilah biang keladi kelemahan telepon kabel). dengarkan lalu perdengarkan rekaman “nguuu..uung” pada si penerima, saat dia akan menelepon orang lain, kita mengetahui bahwa dia mengangkat kembali teleponnya (sampai saat ini masih terhubung dengan kita). dan saat dia mulai menekan tombol (harusnya bunyi “nuuut”), maka hentikan suara rekaman “nguuung”. setelah dia selesai memencet nomor lalu pura-puralah anda baru mengangkat telepon dan bilang “halo saya tetangga sebelah, yang laen lagi pada ke rumah kesit, eh sakit”. Nah si penelepon akan melongo ketika dia merasa menelepon ke nomor yang benar.

Itulah faktanya…… tapi mengapa kelemahan ini sangat mudah diketahui, tulisan saya berikutnya adalah mengotentikasi apakah benar si penerima benar, dengan cara paling sederhana (yang penting gak keluar duiiit…hehehe….) C.u.🙂